Tidakan Berprasangka Buruk

“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara”
(HR. Bukhari).
 
Semoga kita semua selalu menjaga hati kita dari berbagai prasangka buruk dan menjelekkan orang lain karena tidak ada satupun kebaikan dari adanya prasangka buruk dan menjelekkan orang lain selain hati yang resah, jiwa yang tidak tenang dan terhapusnya amalan-amalan kita. Semoga Allah menjauhkan dan membersihkan hati kita dari sifat su'udzon serta sifat buruk dalam diri kita...aamiin.

Kata mutiara dalam hadits dan sahabat


-Dari sahabat Haritsa bin Wahab: Aku mendengar Rasulullah berkata, “Keluarkanlah sedekah sebab akan datang suatu masa dalam hidup manusia dimana ketika seseorang keluar dengan sedekahnya dari satu tempat ke tempat lain tetapi ia tidak menemukan seorang pun untuk menerimanya.”

-Dari Abu Dzarr r.a. berkata, "Rasullulah SAW berkata kepadaku, "Janganlah sekali-kali engkau meremehkan suatu perbuatan baik walaupun hanya menyambut saudaramu dengan muka yang manis" (HR. Muslim)

-Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW, Beliau bersabda,"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia selalu berkata baik atau hendaklah ia diam" (HR. Bukhari-Muslim)

-Dari Hudzaifah r.a. berkata, Rasullulah SAW bersabda," Orang yang suka mengadu domba tidak akan masuk surga" (HR Bukhari Muslim)

-Dari Ibnu Umar r.a. berkata, Nabi SAW bersabda, "Sejahat-jahatnya dusta adalah bila seseorang mengaku kedua matanya melihat apa yang tidak dilihatnya" (HR Bukhari-Muslim)

-Dari Abu Hurairah r.a. bahwasannya Nabi SAW bersabda, "Jauhilah oleh semua sifat dengki/iri hati itu, karena sesungguhnya sifat dengki itu bisa menghabiskan amal-amal kebaikan sebagaimana apai menghabiskan kayu bakar " (HR Abu Dawud)

-Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas daripada salah satu daripada 4 sifat yang membinasakan iaitu: Ia akan mati dan hartanya akan diambil oleh warisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya atau; hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim atau; hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan dipergunakan untuk kejahatan pula atau; adakalanya harta itu akan dicuri dan dipergunakan secara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna
(Sayidina Abu Bakar)

-Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar roti.
(Sayidina Umar bin Khattab)

-Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.
(Sayidina Umar bin Khattab)

-Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di atas tanganku. Wahai Tuhanku, umurku telah lanjut dan kekuatanku telah lemah. Maka genggamkan (matikan) aku untukMu bukan untuk manusia. (Sayidina Umar bin Khattab)

Apa itu Mind Management Process

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang postingan Mind Management mari kita simak Cuplikan dari Surah Ali Imran ayat 191 dimana Allah berfirman "Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata, ' Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka'." disini kunci dari ayat ini adalah ," Rabbana ma khalaqta hadza bathila ' ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia.'" yang artinya, setiap yang diciptakan oleh Tuhan baik secara micro atau makro semuanya dalam keadaan sebaik-baiknya penciptaan.

Sebagai Umat yang percaya adanya Penciptaan maka Landasilah seluruh aktivitas kita, cara pandang kita, cara bertindak kita, cara mengambil keputusan bahwa tidak ada yang sia-sia dari ciptaan Allah. Apabila kita berbicara mengenai Mind Management maka tidaklah terbatas pada masalah berfikir saja tapi ada 3 komponen penting yang perlu jadi perhatian dalam kehidupan manusia. mind management dapat kita kategorikan menjadi 3 bagian utama yaitu Thinking Process, Feeling Process dan Action Process. mari sobat, akan saya jabarkan secara singkat mengenai ke-tiga proses diatas.
Yang pertama yaitu Thinking Process atau proses berfikir, mengenai proses berfikir ini saya pernah membahasnya dalam posting terdahulu mengenai Thinking Process 3D, yang mana kita harus memulai belajar berfikir secara Vertikal, Horisontal dan Lateral. materi mengenai Thinking Process dapat sahabat baca pada halaman berikut ini - disini (Thinking Process 3D ).

Sedangkan yang kedua adalah Feeling Process atau proses perasaan. di dalam proses perasaan kta butuh komponen pendukung yaitu Kejururan ( Honesty ), Empati dan Ketulusan ( Sincerity ). ketiga hal tersebut tidak akan bisa berjalan tanpa bergandengan 'tangan' satu dengan yang lain, harus bersinergi dan menjadi jalinan yang kuat agar tercipta Feeling Process yang powerfull. sekarang akan kita cari contoh, Dalam suatu statistik dikatakan bahwa konsumen membeli sebuah produk bukan karena produknya , tetapi karena tertarik dengan si penjualnya. disini dijelaskan bahwa si konsumen 70 % membeli suatu produk karena simpatiknya si penjual kepada konsumen. artinya kita harus mendahulukan 'how to sell your self ' bagaimana kita menjual diri' kepada orang lain baru setelah itu kita menjual produk kita, menjual apa gagasan kita. dan disitulah ada satu kunci yang disebut honesty, kejujuran.Tanpa honesty nilai jual kita di mata masyarakat, di mata konsumen, akan rendah.

Kemudian, masih melanjutkan contoh diatas, bagaimana dengan sisi empati-nya ?. disini ada kata 'empati' yang maknanya lebih dalam daripada 'simpati'. kalau simpati adalah kita merasakan apa yang dirasakan orang lain, bila ada atasan sedih kita ikut bersedih, bila menangis kitapun ikut menangis kalau terharu kitapun akan larut dalam keharuannya. tapi empati sedikit di atasnya, bukan hanya ikut bersedih, terharu dan menangis tetapi ikut memberikan suatu solusi. seorang penjual tak akan cukup mendengarkan keluhan, keingintahuan dan rasa penasarannya si konsumen tetapi memberikan suatu solusi dan masukan yang itu tumbuh dari ketulusan hatinya bukan aksi tipu-tipu. kita berfikir seperti apa yang mereka fikirkan, dengan demikian kita akan dengan mudah menciptakan rasa empati kepada mereka.
Selanjutnya adalah Sincerity, ketulusan. Dalam kaitan contoh diatas yaitu antara penjual dan pembeli maka dibutuhkan ketulusan bagi si penjual untuk meraih nilai ketulusan. Kita tahu bahwa ketulusan atau bisa juga dikatakan ikhlas adalah perbuatan yang hanya Allah-lah yang tahu. walaupun dunia tidak mencatat sejarah ketulusan anda dengan tinta emas, tetapi Tuhan dan para malaikat mencatat perbuatan anda. begitupun juga bila si penjual ( seperti contoh diatas ) tidak ikhlas dan terkesan menyembunyikan hak yang harus diterima konsumen, maka bisa jadi nilai jualnya kurang barokah di sisi Allah.

Dan yang ketiga dari Mind Management adalah Action Process, proses tindakan. Akankah kita sukses kalau kita kurang energik, loyo, lunglai dan kurang semangat ? tentu tidak bukan. Dalam melakukan action proses ada hal yang sangat dan seringkali disepelekan, yaitu membiasakan diri melatih pernafasan kita. suatu hal yang sangat sederhana dan mudah tapi kurang kita perhatikan. kita tahu bahwa yang menjadikan kita energik dan penuh semangat berawal dari pasokan oksigen yang kita terima ke dalam tubuh kita. maka hal pertama yang perlu dilakukan dalam action Process adalah Melatih Pernafasan.
Kemudian yang kedua dalam melatih action process adalah membiasakan diri berjalan dengan cepat dari yang biasa, move faster, bergerak lebih cepat karena selama ini kita berjalan lebih lambat. Kita contoh Rosululloh itu bila berjalan cepat sekali sampai-sampai Ali mengejarnya dengan berlari, Rosululloh sangat dinamis sekali dalam bergerak. jadi biasakan berjalan 20% atau 30% lebih cepat dibanding sebelumnya. bukan berarti berjalan disini tergesa-gesa dan sembrono, tapi berjalan cepat dan fokus terhadap suatu yang ingin dicapai.

Lalu yang terakhir adalah Take a first rapid step ' selalu berusaha mengambil langkah pertama dengan segera '. Untuk hal-hal yang sifatnya menuju kebaikan maka segeralah melakukan start awal dengan segera, jangan menunggu dan bimbang dengan langkah kita, lakukan dengan segera dan fokus. Fastabiqul Khairat, berlomba-lombalah kita dalam hal berbuat kebaikan.
Semoga Ulasan Mind Management Process yang singkat diatas dapat memberikan kita pencerahan dan selalu merencanakan sesuatu dengan management berfikir yang matang dari mulai proses berfikir, proses merasakan dan proses aksi yang kita lakukan. Insya Allah kita lanjutkan lagi postingan Motivasi dengan topik yang lebih menyemangat lagi bagi sobat-sobat semua. Semoga Sukses dan keberkahan selalu menyertai kita semua, aamiin.


sumber : ruangsharing.com

Kata Mutiara Islam ( part 2 )

  • Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseorang yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup.(Bediuzzaman Said Nur)
  • Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. (Imam An Nawawi)
  • Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. (Ali bin Abi Thalib)
  • Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) sedangkan harta terhukum. Kalau harta itu akan berkurang apabila dibelanjakan, tetapi ilmu akan bertambah apabila dibelanjakan.(Sayidina Ali bin Abi Thalib)
  • Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Sayidina Ali bin Abi Thalib)

Kata Mutiara Islam ( Part 1 )

“Waspadalah terhadap tiga orang: pengkhianat, pelaku zalim, dan pengadu domba. Sebab, seorang yang berkhianat demi dirimu, ia akan berkhianat terhadapmu dan seorang yang berbuat zalim demi dirimu, ia akan berbuat zalim terhadapmu. Juga seorang yang mengadu domba demi dirimu, ia pun akan melakukan hal yang sama terhadapmu.” ( Imam Ja'far ra )

“Sesungguhnya puncak keteguhan adalah tawadhu’.” Salah seorang bertanya kepada Imam, “Apakah tanda-tanda tawadhu’ itu?” Beliau menjawab, “Hendaknya kau senang pada majlis yang tidak memuliakanmu, memberi salam kepada orang yang kau jumpai, dan meninggalkan perdebatan sekalipun engkau di atas kebenaran.” ( Imam Ja'far ra )

Seorang laki-laki seringkali mendatangi Imam Ja‘far as, kemudian dia tidak pernah lagi datang. Tatkala Imam as menanyakan keadaannya, seseorang menjawab dengan nada sinis, “Dia seorang penggali sumur.” Imam as membalasnya, “Hakekat seorang lelaki ada pada akal budinya, kehormatannya ada pada agamanya, kemuliannya ada pada ketakwaannya, dan semua manusia sama-sama sebagai Bani Adam.”  ( Imam Ja'far ra )





Kata Indah Islam

Kata-kata mutiara Imam Baqir a.s.

“Kuwasiatkan lima hal kepadamu: (1) jika engkau dizalimi, jangan berbuat zalim, (2) jika mereka mengkhianatimu, janganlah engkau berkhianat, (3) jika engkau dianggap pembohong, janganlah marah, (4) jika engkau dipuji, janganlah gembira, dan (5) jika engkau dicela, kontrollah dirimu”.

“Alangkah mungkin orang yang tamak kepada dunia akan mendapatkannya di dunia. Akan tetapi, ketika ia mendapatkan seluruhnya, dunia itu akan menjadi bala` baginya dan ia menjadi sengsara karenanya. Dan alangkah mungkin seorang membenci urusan akhirat. Akan tetapi, ia dapat menggapainya kemudian dan ia hidup bahagia karenanya”.

“Tiada keutamaan seperti jihad dan tiada jihad seperti menentang hawa nafsu”.

“Ambillah nasihat baik dari orang yang mengucapkannya meskipun ia tidak mengamalkannya”.

“(Jika sesuatu digabung dengan yang lain), tidak ada gabungan yang lebih indah dari kesabaran yang digabung dengan ilmu”.

“Kesempurnaan yang paling sempurna adalah tafakkuh (mendalami) agama, sabar menghadapi musibah dan ekonomis dalam mengeluarkan biaya hidup”.

“Tiga hal adalah kemuliaan dunia dan akhirat: memaafkan orang yang menzalimimu, menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, dan sabar ketika engkau diperlakukan sebagai orang bodoh”.

“Sesungguhnya Allah membenci seseorang yang meminta-minta kepada orang lain berkenaan dengan kebutuhannya, dan menyukai hal itu (jika ia meminta kepada)-Nya. Sesungguhnya Ia suka untuk diminta setiap yang dimiliki-Nya”.